Reader Comments

Rental Mobil Bali Lepas Kunci

by Rental Mobil Bali Lepas Kunci (2019-09-01)


<a href="http://sriratubali.com">Sistem Rental Mobil Bali Lepas Kunci</a> - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah merevisi ke bawah target pertumbuhan pinjaman bank untuk 2019 dari 9 menjadi 11 persen tahun-ke-tahun (yoy) menjadi Rp538 triliun, karena dampak perang perdagangan AS-Cina pada ekspor dan pembiayaan kebutuhan.<br /><br />"Beberapa bank telah menunda (penyaluran pinjaman bank). Penyebabnya beragam. Salah satunya adalah dampak perang dagang," kata Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso pada pertemuan dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat di sini Senin Malam.<br /><br />Menanggapi perkembangan terakhir, OJK telah merevisi target pertumbuhan pinjaman bank untuk 2019 menjadi 9 menjadi 11 persen, dari sebelumnya 10 menjadi 12 persen.<br /><br />Dia mengatakan perang tarif AS-Cina telah mengurangi optimisme dunia bisnis tentang permintaan komoditas ekspor di negara-negara yang terkena dampak perang dagang.<br /><br />"Jika ekspor dikenai tarif, eksportir secara otomatis tidak akan dapat menghasilkan barang dalam jumlah besar. Jika produksi terganggu, itu akan mempengaruhi yang lain," kata Wimboh.<br /><br />Meskipun mengalami penurunan, ia yakin pertumbuhan pinjaman bank tahun ini akan tetap berada di tingkat atas kisaran pertumbuhan pinjaman bank sebesar 11 persen.<br /><br />"Jika turun, masih akan tetap di batas atas. Saat ini, masih berada di dua digit, atau 11 persen," kata Wimboh.<br /><br />Koreksi dalam target pertumbuhan pinjaman bank adalah murni hasil dari faktor ekonomi eksternal, bukan permintaan rendah untuk pinjaman bank di dalam negeri, katanya.<br /><br />OJK juga telah merevisi target pertumbuhan dana pihak ketiga untuk tahun ini menjadi 7 hingga 9 persen, dari 8 menjadi 10 persen sebelumnya.<br /><br />Penurunan penempatan dana pihak ketiga disebabkan oleh tekanan yang mengarah ke pelarian modal, katanya, tanpa menjelaskan penyebab tekanan tersebut.<br /><br />"Tapi itu akan kembali lagi ketika arus masuk lebih besar. Cadangan devisa kita masih bagus, mencapai US $ 124 miliar, pada Mei 2019," kata Wimboh.<br /><br />OJK memperkirakan bahwa pinjaman bank akan tumbuh 12 hingga 16 persen dan penempatan dana pihak ketiga akan meningkat 10 hingga 13 persen pada 2020.